Bantul (24/9) Dalam rangka mengembangkan pembelajaran pelayanan pembelajaran seluler ( mobile apps creator) MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Bantul menggelar workshop mendatangkan tenaga ahli dari komunikasi informatika pendidikan DIY. Yulian Ardy Kristanto sebagai nara sumber menuturkan bahwa SAC adalah semacam media presentasi seperti power point. Pelatihan diikuti oleh Guru sebanyak 28 orang, selama 6 jam. Bertempat di Aula MTsN 4 Bantul.
Ening Yuni Soleh Astuti sebagai pengawas sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh MGMP Bahasa Indonesia MTs Kab. Bantul. Menurutnya pelatihan yang produknya berupa media pembelajaran ini, sangat sesuai dengan Permendikbud N0. 35 Tahun 2018 atas Perubahan Permendikbud N0. 24 Tahun 2016 Tentang KI -KD Kurikulum 2013 yang didalamnya memuat pengintegrasia teknologi dan informatika. Selain itu, terkait dengan Teknologi Informatika Ening juga mengajak para peserta untuk dapat memanfaatkannya dengan hal-hal yang mendukung karir seorang guru. Menulis misalnya ” kegitan ini sangat sesuai dengan tuntutan Permendikbud tadi, karena pembelajaran IT adalah sebuah tuntutan dan tantangan di era globalisasi seperti sekarang ini. tandasnya
Sebagai Tuan rumah Surahmanto dalam smbutannya menyampaikan bahwa inisiatif guru -guru yang tehimpun dalam MGMP mapel Bahasa Indonesia ini sangat tepat. Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang menuntut penguasaan IT oleh guru-guru, karena bisa jadi di jaman digital ini para siswa lebih pandai dari gurunya. Oleh sebab itu, perlunya guru harus berlatih agar tidak ketinggal zaman. Terampilnya guru dalam menguasai IT akan meningkatkan kualitas pembelajaran, tuturnya. ening
Peserta pelatihan Penulisan Berita Online di SMK Ma’arif Karangmojo (dok.ening)
Pada Sabtu (07/09) yang lalu LP Ma’arif NU DIY menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Berita Online pada Laman Sekolah dan Madrasah, bekerjasama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kegiatan ini bertempat di SMK Ma’arif Karangmojo Gunung Kidul. Selain diikuti oleh 30 peserta dari guru dan dan karyawan ( humas ) Sekolah dan Madrasah Ma’arif turut serta hadir Prof.Dr. Pratomo Widodo PPM UNY, Dr. Itadz Musfiroh, M.Hum Sekjen LP. Ma’arif DIY, nara sumber dari praktisi media di Jogja yakni Erwan Widyanarto & AG Irawan , .Sabjan Badio,M.Pd. Humas dari LP. Ma’arif DIY.
Pelatihan ini berlangsung selama satu minggu dikemas dengan 3 kegiatan, pertama bertempat di SMK Ma’arif Karangmojo, pemaparan materi penulisan press release, berita dan reportase oleh nara sumber, kegiatan kedua penugasan di rumah peserta menulis berita yang diposting di web sekolah masing-masing, Press release di posting di humas LP Ma’arif DIY, membuat Reportase yang dikirim ke KR, Harian Jogja atau Tribun Jogja. Peserta sangat antusias dan senang dengan tugas –tugas tersebut setia menunggu hasilnya nanti saat evaluasi, pada kegiatan ketiga jumat 13 September, Di MTs Hasyim Asy’ari.
Itadz Musfiroh penanggungjawab acara ini menyampaikan, dengan kegiatan ini bertujuan agar humas yakni para guru dan karyawan terpantau dengan baik terkait dengan kehumasannya, tidak hanya berisi tentang itu-itu saja namun bisa diisi dengan iklan, pengumuman,reportase dan informasi. Semoga saat evaluasi nanti akan mendapatkan hasil yang maksimal. jika belum faham bertanyalah kepada para pemateri.
Dalam sambutan dan pengarahan Ketua PPM UNY Pratomo Widodo menyambut gembira dan ucapan terima kasih kepada segenap komponen yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, selanjutnya Beliau menuturkan bahwa di era sekarang ini orang banyak menggunakan bahasa bukan bentuk lisan tetapi lebih banyak dalam bentuk tulisan, sehingga hanya menjadi konsumen berita yang banyak kerugiannya justru kita belajar dari mereka tetapi tidak bisa mempengaruhi mereka, harapannya LP Ma’arif melalui humasnya sebagai marketing sekaligus menjadi ujung tombak yang waktu lalu sudah mengadakan pelatihan membuatkan dan mengelola web site sekolah dan harus mengisinya. Mengharapkan dari para nara sumber menulis berita yang menarik sehingga para peserta tidak lagi menjadi konsumen berita tetapi menjadi produsen berita, tambahnya. (eys)
Pengawas Madrasah melaksanakan Monev Analisis Buku Ajar di MI Ma’arif Sananul Ula Daraman ( dok:.ening)Inilah generasi penerus bangsa menuju Gold Age dari MI Ma’arif Sananul Ula ( dok. ening)Pengawas Madrasah selaku Tim telaah buku ajar sedang melaksanakan tugas di MIN 1 Bantul (dok.ening)Segenap Pengawas Madrasah sedang menganalisa buku aja di MI Ma’arif Saman ( dok.ening)Tim Analisa Buku Ajar MTs, lakukan tugas di MTs Ali Maksum Yogyakarta (dok.ening) Tim Analisis Buku Ajar Mts lakukan tugas di MTsN 7 Bantul ( d0k.ening)Tim analisis buku ajar di MTsMuh SandenMonitoring Buku Ajar dan Pengayaan Kurikulum 2013 di MI Jogonalan (do. ening)Monitoring Buku Ajar dan Pengayaan Kurikulum 2013 di MAN 2 Bantul. (doc.ening)Monitoring Buku Ajar dan Pengayaan Kurikulum 2013, di MTs N 5 Bantul, ( doc.ening)Monitoring Buku Ajar dan Pengayaan Kurikulum 2013 di MA Al-Imdad. (doc.ening)
Uji publik Draf KTS MTS Al-Falaah dihadiri oleh segenap komponen Madrasah berlangsung tertib ( dok: ening)
Dalam rangka meningkatkan dan menyempurnakan kurikulum MTs Al-Falaah Pandak Bantul, Rabu (4/09) , MTs Al-Falaah menggelar uji publik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP) dengan mengadirkan sesepuh Pondok Pesantren Al-Imdad, Pengawas Madrasah, Komite, MWC NU, tokoh masyarakat dan seluruh komponen madrasah Tsanawiyah Al-Falaah Bantul.
Dalam sambutan dan pengarahan, Sesepuh Pondok Pesantren Al-Imdad Dr. KH. Habib Abdus Syakur, M.Ag, sekaligus sebagai nara sumber mengatakan, bahwa ada 3 hal yang perlu ada dalam KTSP, pertama,keberadaan KTSP ini sebagai kitab sucinya madrasah, semua komponen di madrasah harus tahu dan memahami, karena sebagai rujukan dalam proses pembelajaran. Kedua, Tantangan MTs Al-Falaah yang menginduk pada empat kurikulum yakni Dikbud, Kemenag, LP. Ma’arif dan Pesantren Al-Imdad. dengan keempat kurikulum ini harus merasa senang, namun menyenangkan ke empat unsur ini sulit karena harus berupaya adil tandasnya. Ketiga Siswa MTs 90 persen sudah tinggal di pesantren ada tradisi karakter tidak ada dikotomi anatara keduanya, karena semua siswa adalah santri, tujuan pembelajaran adalah pesantren, kader NU pasti sudah jelas.
KTSP harus bertujuan agar menjadi satu kesatuan yang utuh, anak harus mempunyai jiwa nasional yang kuat, keilmuan yang mantap serta ketrampilan yang kompeten dan mempunyai akhlak yang mulia. Lebih jauh diterangkan bahwa aspek karakter bangsa dan alat ukurnya memang harus benar-benar bagus, kalau perlu dibuat list, memiliki jiwa jujur, demokratis, disiplin, toleransi religius, mandiri, cinta tanah air, gemar membaca, peduli lingkungan dan cinta damai.
Sementara kepala madrasah H. Ahmad Murod, S.Ag menyampaikan, dengan diadakan uji publik ini , masukan saran dari berbahgai pihak sangat diperlukan guna menyempunakan kurikulum ini, sebagai acuan untuk melaksanakan program KTSP yang akan dilakukan di madrasah. Madrasah Tsanawiyah Al-Falaah berbeda dengan madraah lain disamping sebagai madraah berbasis agama namun berada di lingkungan pesantren yang didukung oleh alumni yang berada di lingkungan pondok dan diluar pondok.
Pada 33 tahun Usia MTs Al-Falaah yang kian matang ini dari tahun ke tahun mengalami peningkatan grafik yang sangat drastis dari tahun sebelumnya, tahun ajaran baru ini siswa yang diterma mencapai 178 siswa dibanding kurun waktu 10 tahun sebelumnya hanya berkisar 150 an siswa. semoga Mts Al-Falaah semakin berkembang ditahun mendatang, imbuhnya. (ening)
Pada 14 Agustus 2019 , MTs Al- Falaah Pandak Madrasah dibawah naungan Pesantren Al-Imdad dan LP Ma’arif NU Bantul mengikuti Kompetisi Sain Madrasah tingkat Provinsi yang digelar di MAN 3 Bantul dalam agenda KSM Tahun 2019. Kegiatan ini melibatkan Madrasah- madrasah Tingkat MI, MTs dan MA se Daerah Istimewa Yogyakarta yang diikuti banyak madrasah.
Selama dua jam lamanya siswi dari Mts Al-Falaah Nadiarista Yustiaputri mampu menyelesaiakan soal-soal yang dipersiapkan oleh panitia pada mata pelajaran matematika terpadu, dan ditetapkan sebagai juara pertama. Atas kemenangannya itu, thropy kejuaraan, uang pembinaan dan sertifikat berhasil dibawa pulang oleh para juara.
Kepala Madrasah Mts Al-Falaah Ahmad Murod menuturkan sudah kesekian kalinya Mts Al-Falaah mengikuti Kompetisi Sain Madrasah, pengalaman mengikuti KSM mapel matematika terpadu ini adalah yang kedua kalinya bagi si cantik Nadia panggilan akrabnya, dibimbing bu Candra Dewi, S.Pd sekaligus sebagai guru mapel di madrasahnya
Dalam kompetisi tersebut siswa ditntut untuk benar-benar menguasai rumus-rumus matematika secara rijit dan njlimet soal demi soal, pasalnya dalam waktu yang sangat terbatas peserta harus mampu menyelesaikan sebanyak 50 soal.
Pada kesempatan lain Nadia tidak hanya menjuarai KSM saja namun juga Juara Olimpiade Sain Nasional Matematka di Tingkat Kabupaten. bahkan kata pak Murod dia anak yang pandai tekun dibanding siswa lainnya dan tidak neko neko imbuhnya.
Pak Kepala madrasah menyambut senang dan beryukur atas kemenangan ini, karena setiap tahun MTs Al-Falaah dalam Lomba KSM selalu membawa kemenangan, Bulan September Nadia akan ke Manado memgikuti KSM Tingkat Nasional, mudah-mudahan diberikan kelancaran dan juara tambahnya.
Kegiatan Pokjawas Madrasah Kanwil Kemenag DIY pada acara Konferensi Guru, Kepala Madrasah dan Pengawas Nasional, di Hotel Jayakarta Yogyakarta, tanggal 28 Oktober 2018.
Kondisi keluargaku setelah gempa bumi di Bantul tahun 2006
Nak…. Athaya jadilah engkau anak yang selalu taat kepada para guru dan Ulama, semoga ilmumu bermanfaat di dunia sampai akherat. amin
Disaat yang satu telah pergi, masih ada bahagia bersama mereka
” Meningkatknya Sistem Pengawasan, Pendampingan Pendidikan yang mampu mendorong terwujudnya Sumber Daya Manusia yang bermutu, bertaqwa dan bertanggung jawab pada profesinya “
Misi
Terselenggaranya program pengawasan yang handal dan memadai sesuai kebutuhan.
Terselenggaranya program kepengawasan yang tepat pada sasaran.
Terseleggaranya proses pengelolaan pendidikan yang efektif dan efisien.
Tercapainya pendidikan yang bermutu dan dapat bertanggungjawab sesuai perkembangan IPTEK.
Strategi
Mengadakan analisis data yang ada di Sekolah/ Madrasah serta mengidentifikasi masalah
Meningkatkan kemampuan Guru dan Kepala Sekolah/ Madrasah dalam menggunakan Teknologi Informasi Pendidikan melalui pelatihan komputer
Mengadakan diskusi dengan fihak terkait seperti Kepala Sekolah/ Madrasah, Guru dan tenaga pendidik yang lain dalam forum kegiatan Gugus
Mengadakan simuasi silang dalam proses Belajar Mengajar
Meningkatkan dan melengkapi administrasi pembelajaran
Meningkatkan kinerja Keepala Sekolah/ Madrasah, guru dan staf
Meningkatkan partisipasi masyarakat dengan cara mengefektifkan peran komite Sekolah/ Madrasah menentukan dan memilih metode yang tepat
Mengadakan simulasi silang dalam Proses Belajar Mengajar
Meningkatkan dan melengkapi administrasi pembelajaran
Meningkatkan kinerja Kepala Sekolah/ Madrasah, guru dan staf
Meningkatkan partisipasi masyarakat dengan cara mengefektifkan peran komite Sekolah/ Madrasah